Analisis Wacana Kritis Terhadap Meme Hadis Tentang Peran Ganda Wanita Di Media Sosial: Kajian Kesetaraan Gender Perspektif Hadis Nabi
DOI:
https://doi.org/10.53649/contemplate.v7i1.2140Keywords:
Analisis Wacana Kritis, Meme Hadis, Peran Ganda Wanita, Kesetaraan Gender, Media SosialAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi dan konstruksi wacana mengenai peran ganda wanita dalam meme hadis yang tersebar di media sosial Facebook. Di era digital, meme hadis menjadi instrumen dakwah visual yang efektif namun menyimpan kontestasi ideologi gender antara pandangan konservatif dan progresif. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough yang mencakup tiga dimensi: analisis teks (mikro), praktik diskursus (meso), dan praktik sosial-budaya (makro). Sumber data primer berasal dari unggahan meme hadis pada akun Facebook Mubadalah.id, Muslimah.salafy, dan Surabaya Mengaji. Hasil penelitian menunjukkan adanya polarisasi ideologis: (1) Akun Mubadalah.id mengonstruksi wacana kesetaraan gender melalui penafsiran kontekstual yang mendukung peran publik perempuan sebagai bentuk aktualisasi diri dan bantuan ekonomi keluarga. (2) Sebaliknya, akun Muslimah Salafy dan Surabaya Mengaji memproduksi wacana tradisional-tekstualis yang menekankan domestikasi perempuan dengan narasi bahwa tempat terbaik bagi wanita adalah di dalam rumah. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial telah menjadi arena negosiasi makna otoritas hadis, di mana teks yang sama diproduksi secara berbeda untuk melegitimasi ideologi gender tertentu di tengah dinamika sosial modern.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.