Transformasi Otoritas Keilmuan Islam di Era Media Sosial: Tantangan dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
DOI:
https://doi.org/10.53649/9f8y8603Keywords:
: otoritas keilmuan Islam, media sosial, pendidikan agama Islam, literasi digitalAbstract
Transformasi otoritas keilmuan Islam pada era media sosial telah dibawa ke arah perubahan signifikan dalam cara pengetahuan keagamaan diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran otoritas keilmuan Islam serta implikasinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dari berbagai literatur ilmiah dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa otoritas keilmuan Islam tidak lagi bersifat hierarkis dan terpusat pada ulama tradisional, melainkan telah mengalami desentralisasi melalui media sosial. Kondisi ini dihadapkan pada tantangan berupa krisis otoritas, disinformasi keagamaan, serta penurunan kualitas pemahaman peserta didik. Di sisi lain, peluang inovasi dalam pembelajaran PAI berbasis digital juga dibuka oleh fenomena ini. Oleh karena itu, rekonstruksi pembelajaran PAI diperlukan agar integrasi literasi digital, penguatan nilai-nilai Islam, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik dapat diwujudkan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Luthfia Hanifatus Saiyidah, Agus Pahrudin, Achi Rinandi, Ali Murtadho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












