Penguatan Pendidikan Gender (Telaah Kritis dalam Perspektif Islam)

Authors

  • Ahmad Riad Pasca Sarjana IAIQI Indralaya
  • Faizaluddin Pascasarjana IAIQI Indralaya
  • Romaida Kepala TPQ Al Mubarok Sukacinta

DOI:

https://doi.org/10.53649/symfonia.v2i2.26

Abstract

Dalam berbagai diskursus gender dan dikuatkan melalui pranata sosial, laki-laki dan perempuan dibedakan sesuai dengan perannya masing-masing yang dikonstruksikan oleh kultur setempat, berkaitan dengan peran, sifat, kedudukan, dan posisi dalam masyarakat tersebut. Pembedaan peran ini dalam pranata sosial digambarkan bahwa perempuan hanya boleh memerankan pekerjaan domestik (kasur, sumur, dan dapur), sementara laki-laki layak memerankan pekerjaan publik. Dalam konsep gender, sesungguhnya perbedaan gender tidak akan menjadi masalah selama tidak melahirkan ketidakadilan gender; namun, yang menjadi persoalan ternyata perbedaan gender telah melahirkan berbagai ketidakadilan. Studi-studi tentang gender saat ini melihat bahwa ketimpangan gender terjadi akibat rendahnya kualitas sumber daya kaum perempuan sendiri, dan hal tersebut mengakibatkan ketidakmampuan mereka bersaing dengan kaum laki-laki. Ironisnya, agama dibawa-bawa sebagai patron utama dalam kemunculan berbagai permasalahan ketidakadilan gender. Oleh karena itu, upaya-upaya yang dilakukan adalah mendidik kaum perempuan dan mengajak mereka berperan dalam pembangunan. Dalam realitas yang kita jumpai pada masyarakat tertentu, terdapat adat kebiasaan yang tidak mendukung dan bahkan melarang keikutsertaan perempuan dalam pendidikan formal. Bahkan ada paradigma yang mengemuka bahwa "perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena akhirnya ke dapur juga". Dalam konteks di atas, penguatan pendidikan gender masih perlu dijawab dan dikaji, salah satunya melalui perspektif pendidikan itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis konsep gender dalam perspektif pendidikan serta berusaha mendeskripsikan penguatan pendidikan berbasis keadilan gender. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Data yang telah diperoleh dikompilasi, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan mengenai masalah yang dibahas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep gender berbasis pendidikan merupakan hal yang penting untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan berkeluarga maupun bermasyarakat, karena pendidikan berbasis konsep gender ini telah banyak dibicarakan dalam Al-Qur'an dan hadis sehingga tidak memiliki keraguan sedikit pun tentang keadilan gender dalam Islam.

Downloads

Published

2022-12-08

How to Cite

Penguatan Pendidikan Gender (Telaah Kritis dalam Perspektif Islam). (2022). Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 165-178. https://doi.org/10.53649/symfonia.v2i2.26