Konstruksi dan Integritas Mutu Kampus Merdeka Berbasis Pendidikan Al-Qur'an
DOI:
https://doi.org/10.53649/symfonia.v2i2.21Abstract
Kebijakan Kampus Merdeka yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, adalah kelanjutan dari konsep Merdeka Belajar, dengan delapan kegiatan pilihan mahasiswa sebagai penunjang penerapan terobosan baru dalam dunia pendidikan yang menawarkan keleluasaan kepada mahasiswa untuk melakukan kegiatan di luar kelas selama 2 (dua) semester. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengokohkan konstruksi dasar dan meningkatkan integritas mutu Kampus Merdeka agar dapat bersinergi dengan dasar pendidikan Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kombinasi kajian pustaka, seminar, diskusi, wawancara di Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, serta observasi langsung di Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya, Sumatera Selatan. Hasil temuan menunjukkan bahwa penerapan kegiatan pilihan mahasiswa di Kampus Merdeka akan memiliki konstruksi dasar yang kuat dan sinergi integritas mutu yang lebih baik jika dilakukan kolaborasi praktik dan teori yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an, karena konteks Al-Qur'an mengandung banyak nilai kebaikan dan kebenaran. Penggabungan nilai kritis antara teori dan praktik dapat terwujud dengan pembentukan tim khusus dari setiap perguruan tinggi. Kesimpulannya, pemberlakuan nilai dasar Al-Qur'an dalam berbagai kegiatan pilihan Kampus Merdeka sebaiknya diaplikasikan sesegera mungkin di setiap institusi untuk memperkuat konstruksi dan integritas mutu kampus, terutama di perguruan tinggi agama Islam, meskipun konsep Al-Qur'an juga dapat melebur di perguruan tinggi umum dengan sentuhan nuansa Islami.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












