Fenomena Penghafal Al-Qur'an Dan Tumbuhnya Rumah Tahfizh Al-Qur'an Yang Masif Dan Problematika Yang Dihadapi
DOI:
https://doi.org/10.53649/symfonia.v2i1.16Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara menjaga kemurnian Al-Qur'an, di antaranya dengan menghafal sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw. ketika Al-Qur'an diturunkan oleh Allah melalui Malaikat Jibril, lalu diikuti oleh para sahabat, tabi'in, ulama, hingga saat ini. Maraknya rumah tahfizh Al-Qur'an di Kabupaten Ogan Ilir menjadi tempat bagi para santri menghafal Al-Qur'an, namun program tahfizh di masing-masing rumah tahfizh memiliki permasalahan yang harus segera dicarikan solusinya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan populasi sepuluh rumah tahfizh dan sampel tiga rumah tahfizh yang diambil secara acak. Sumber data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif melalui reduksi data, display data, dan verifikasi, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi. Menghafal Al-Qur'an membuktikan kepedulian umat Islam dalam menjaga kemurniannya, sebagai bentuk kepatuhan dan sarana ibadah kepada Allah Swt., dengan manfaat seperti menurunkan kriminalitas remaja, meningkatkan kecerdasan, ketenangan jiwa, kesehatan jasmani dan rohani, serta menjadi penolong di hari kiamat dan menyematkan mahkota kepada kedua orang tua. Rumah Tahfizh Al-Qur'an di Kabupaten Ogan Ilir berkembang pesat karena kesadaran masyarakat akan pentingnya layanan penghafal Al-Qur'an dan kaderisasi hafizh serta hafizhah, namun fenomena yang terjadi adalah jumlah santri yang pasang surut, kurangnya guru, sarana dan prasarana yang belum ideal, kualitas hafalan yang belum memadai, serta belum memiliki prestasi yang dapat diandalkan dalam even MTQ/STQ di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












