Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Perencanaan Pembelajaran Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.53649/f8cgmf15Keywords:
Nilai-nilai pendidikan Islam, perencanaan pembelajaran, anak usia dini, pembentukan karakterAbstract
Pembelajaran nilai-nilai Islam pada usia dini tidak hanya mencakup pelajaran agama tetapi juga membangun sikap dan perilaku yang mencerminkan ajaran Islam, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kasih sayang. Dipercaya bahwa pengajaran yang didasarkan pada nilai-nilai Islam di usia dini akan membantu perkembangan kepribadian anak secara keseluruhan, dengan hasil yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif, yang dimana penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menggunakan deskripsi dan biasanya menggunakan analisis. Dalam penelitian kualitatif, proses dan makna (perspektif subjek) lebih diutamakan. Teori digunakan sebagai panduan untuk menyesuaikan fokus penelitian dengan data lapangan. Ini juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan bahan untuk diskusi tentang temuan penelitian. dan pendekatan yang digunakan adalah desktiptif. Paud Ceria Indah Desa Babat adalah lokasi sampel penelitian. Wawancara, dokumentasi, dan observasi atau pengamatan adalah metode pengumpulan data.
Pembelajaran di PAUD Ceria dimulai pada pukul 14.00 hingga 16.00 dengan kegiatan pra-belajar, di mana anak-anak biasanya absen terlebih dahulu. Setelah absen, guru biasanya mengajak anak-anak untuk bermain es supaya mereka lebih semangat dan fokus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAUD Ceria Indah di Desa Babat, yang memasukkan nilai-nilai pendidikan Islam ke dalam rencana pembelajaran, berjalan cukup efektif dalam mendukung perkembangan moral dan karakter anak usia dini. Mendengarkan cerita teladan Islami, membaca doa sebelum dan sesudah kegiatan, dan melakukan ibadah sederhana seperti salat berjemaah adalah contoh aktivitas yang mengandung nilai-nilai Islam yang selalu dimasukkan oleh guru dalam perencanaan pelajaran mereka. Kegiatan ini tidak hanya membuat kelas lebih religius, tetapi juga mengajarkan anak-anak nilai-nilai moral, akhlak, dan ibadah sejak dini.